ASKEB INC

October 20, 2017 | Author: Anonymous | Category: Documents
Share Embed


Short Description

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY R PERSALINAN KALA I-IV DI RUMAH SAKIT UMUM SELAYAR TANGGAL 10 OKTOBER 2010. No. Register Tgl. M...

Description

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY R PERSALINAN KALA I-IV DI RUMAH SAKIT UMUM SELAYAR TANGGAL 10 OKTOBER 2010

No. Register

 

: 10.40.84

Tgl. MRS  

: 10 Oktober 2010 jam 06.30 WITA

Tgl. Partus    

: 10 Oktober 2010 jam 09.45 WITA

Tgl. Pengkajian    

: 10 Oktober 2010 jam 06.45 WITA

Nama Pengkaji  

: Mirawaty Ahmad

KALA I LANGKAH I : IDENTIFIKASI DATA DASAR 1. Identitas Istri/ Suami Nama

     

Umur

 

 

Suku

 

 

Agama

 

Pendidikan Pekerjaan

: Ny R/ Tn A : 24 tahun/ 25 tahun

   

   

: Islam/ Islam  

: SMA/ SMA

 

: IRT/ Wiraswasta

Status pernikahan   Alamat

 

: Makassar/ Makassar

 

: 1 kali, sah, lamanya ± 1 tahun

 

: Jl. Sudirman

2. Keluhan utama : sakit perut tembus ke belakang disertai pelepasan lender dan darah 3. Riwayat keluhan utama : a) Mulai dirasakan sejak tanggal 9 oktober 2010 jam 10.00 WITA b) Ketuban pecah sejak tanggal 10 Oktober 2010 jam 09.25 WITA c) Sifat his hilang timbul d) Lokalisasi keluhan mulai dari perut menyebar ke bokong e) Tidak ada keluhan lain f)

Usaha klien mengatasi keluhan dengan mengelus-elus perut dan mengurut-urut punggungnya.

g) Ibu mengatakan cemas dengan persalinan sekarang 4. Riwayat obstetri

a) Riwayat menstruasi y

Menarche umur 12 tahun

y

Siklus haid 28-30 hari

y

Lamanya 6-7 hari

y

Tidak ada dismenorhoe

b) Riwayat kehamilan sekarang y

GI  PI  A0

y

HPHT tanggal 14 Januari 2010

y

HTP tanggal 21 Januari 2010

y

Kunjungan ANC 3 kali di PKM

y

Imunisasi TT 2 kali di BPS TT 1 28 Juni 2010 TT 2 15 Juli 2010

y

Ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama dan tidak pernah keguguran

y

Ibu mengatakan umur kehamilannya 9 bulan

y

Ibu mengatakan pergerakan janinya sejak umur kehamilan 6 bulan yaitu bulan Juli 2010 sampai sekarang

y

Ibu mengatkan pergerakan janinnya kuat

y

Ibu tidak pernah merasa nyeri saat diperiksa

y

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit yang serius dan tidak pernah merasa pusing

y

c)

Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut yang hebat selama kehamilannya.

riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu Ibu mengatkan ini adalah kehamailan dan persalinannya yang pertama

5. Riwayat ginekologi tidak pernah mengalami penyakit neoplasma, PMS, dan infeksi alat reproduksi 6. Riwayat kesehatan yang lalu y

Tidak pernah menderita suatu penyakit

y

Tidak ada riwayat alergi makanan

y

Tidak ada ketergantungan obat, alcohol, maupun rokok

y

Ibu tidak pernah diopname dioperasi, trauma, dan transfuse darah

7. Riwayat kesehatan sekarang y

Ibu tidak sedang menderita suatu penyakit

y

Tidak ada riwayat alergi makanan

y

Tidak ada riwayat alergi obat, alcohol, ataupun rokok

8. Riwayat keluarga y

Tidak ada keluarga yang menderita penyakit DM, hipertensi, dan jantung

y

Tidak ada riwayat penyakit menular

9. Riwayat sosial, ekonomi, dan spiritual y

Ibu dan keluarga sangat bahagia dengan persalinan sekarang

y

Ibu dan suami tinggal bersama orangtuanya

y

Ibu tidak sendiri dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga

y

Ibu dan keluarga rajin beribadah

y

Ibu berencana melahirkan di RSUD Selayar

10. Riwayat KB Ibu tidak pernah menjadi akseptor KB 11. Pemeriksaan Fisik a) Pemeriksaan umum y

Keaadaan umum ibu baik

y

Kesadaran composmentis

y

Tanda-tanda vital : TD

: 130/90 mmHg

N

: 72 x/menit

P

: 24 x/menit

S

: 36 C 

b) Pemeriksaan khusus 1) Kepala -

Rambut berwarna hitam, lurus, tidak mudah tercabut

-

Rambut dan kulit kepala bersih

-

Tidak ada luka, massa, dan nyeri tekan

2) Wajah -

Tidak ada oedema

-

Muka/ wajah tidak pucat

-

Tidak ada cloasma

-

Ekspresi wajah tampak cemas dan meringis saat His

3) Mata -

Simetris kiri dan kanan

-

Konjungtiva tidak anemis

-

Sclera putih

4) Hidung -

Simetris kiri dan kanan

-

Tidak ditemukan adanya polip, secret, dan peradangan

5) Gigi dan mulut -

Gigi tampak bersih, tidak ada caries

-

Bibir lembab dan tidak ada sariawan

-

Gusi merah muda dan tidak berdarah

6) Telinga -

Simetris kiri dan kanan

-

Telinga bersih dan tidak ada secret

7) Leher -

Tidak ada pembesaran vena jugularis

-

Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar limfe

8) Dada -

Payudara simetris kiri dan kanan

-

Putting susu terbentuk

-

Hyperpigmentasi areola mammae

-

Kolostrum ada bila dipencet

-

Tidak ada massa dan nyri tekan

9) Abdomen -

Tidak ada luka bekas operasi

-

Tonus otot perut masih tegang

-

Tampak adanya striae gravidarum dan striae lividae

-

Pembesaran perut sesuai usia kehamilan

-

Palpasi :

Leopold I

: TFU 3 jari bawah prosesus xypoideus (35 cm) teraba bokong

Leopod II

: Punggung kiri

Leopod III

: Kepala

Leopold IV : bergerak dalam panggul (BDP) -

Auskultasi DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kanan bawah dengan frekuensi138 x/menit

-

Kontraksi uterus baik, dengan kontraksi 3 x 10 menit d engan durasi 40-45 detik

10) Ekstremitas atas dan bawah -

Simetris kiri dan kanan

-

Tidak ada pembengkakan maupun oedema

-

Tidak terdapat varises

-

Reflex patella positif kiri dan kanan

11) Genitalia

c)

-

Tidak varices atau oedema

-

Nampak pengeluaran lendir dan darah

-

VT tanggal 10 Oktober 2010 jam 07.30 Wita

-

Vulva dan vagina tidak ada kelainan

-

Portio lunak dan tipis

-

Dilatasi serviks 8 cm

-

Ketuban utuh (+)

-

Presentasi ubun-ubun kecil depan

-

Hodge II

-

Tidak ada penumbungan

-

Kesan panggul normal

-

Pelepasan lendir dan darah

Pemeriksaan Lab. (Tanggal 9  2008) -

Hb    

: 11,6 gr%

-

Albumin

:-

-

Reduksi

:-

LANGKAH II : IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH AKTUAL Diagnosa : GI PI A0, masa gestasi 38-40 minggu, situs memanjang, intra uterin, tunggal, hidup, keadaan ibu dan janin baik, inpartu kala I fase aktif.

Masalah aktual : kecemasan dan nyeri akibat His 1. GI PI A0 D S : ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama dan tidak pernah keguguran sebelumnya DO:

-      Tonus otot masih tegang -

Palpasi abdomen :

-

Leopold I

: TFU 3 jari bawah prosesus xypoideus (35 cm) teraba bokong

Leopold II

: punggung kiri

Leopold III

: kepala

Leopold IV

: bergerak dalam panggul (BDP)

DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kanan bawah dengan frekuensi 138 x/menit

Analisa dan interpretasi data: -

Perut masih tegang karena baru kehamilan yang pertamasehingga belum pernah mengalami peregangan.

-

Bagian-bagian besar janin, yaitu kepala dan bokongserta bagian-bagian kecil janin dapat diraba. (Ilmu Kebidanan, hal 129)

2. Masa gerstasi 38-40 minggu DS:

-  ibu mengatakan umur kehamilannya 9 bulan - HPHT tanggal 14 Januari 2010

D O :   -  HTP tanggal 21 Januari 2010 - Leopold I : TFU 3 jari bawah prosesus xypoideus (35 cm) teraba bokong Analisa dan interpretasi data -

Menurut Mac. Donald TFU dalam cm = 35 cm = 10 bulan 3,5                 3,5

-

Menurut Spiegelberg : dengan jalan mengukur tinggi fundus uteri dari simpisis jika umur kehamilan 40 minggu maka kehamilan 39 minggu 4 hari TFU : 35 cm atau 2 jari di atas prosesus xypoideus (Sinopsis Obstetri hal 53)

3. Situs memanjang

D S  : ibu mengatakan pergerakan janinnya di sebelah kiri perut ibu D O :   -  Leopold I   - Leopold II   - Leopold III

: TFU 3 jari bawah prosesus xypoideus (35 cm) teraba bokong :  punggung kiri

: kepala

Analisa dan interpretasi data Sumbu panjang janin memanjang terhadap sumbu panjang ibu 4. Intra uterin D S : ibu mengatakan tidak pernah merasakan nyeri perut yang hebat selama kehamilannya D O :   -  ibu tidak pernah merasa nyeri pada saat diperiksa - Leopold I  

: TFU 3 jari bawah prosesus xypoideus (35 cm) teraba bokong

Analisa dan interpretasi data Bagian dari uterus yang merupakan tempat pertumbuhan dan perkembangan janin adalah cavum uteri dimana pada bagian ini hasil konsepsi dapat tumbuh dan berkembang hingga aterm tanpa menyebabkan adanya rasa nyeri. 5. Tunggal D S : ibu mengatakan pergerakan janinnya terutama di sebelah kiri perut ibu D O :   -  Leopold I

: TFU 3 jari bawah prosesus xypoideus (35 cm) teraba bokong

- Leopold II

: punggung kiri

- Leopold III

: kepala

- Leopold IV

: bergerak dalam panggul (BDP)

- DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kanan bawah dengan frekuensi 138 x/menit Analisa dan interpretasi data -

Dengan terabanya dua bagian besar yaitu satu bokong dan satu kepala menandakan bahwa janin tunggal

-

Dengan terdengarnya DJJ pada satu tempat menandakan janin tunggal

6. Hidup D S  :   Ibu mengatakan pergerakan janinnya sejak umur kehamilan 6 bulan D O :   DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kanan bawah dengan frekuensi138 x/menit Analisa dan interpretasi data

-

Umumnya pada primigravida gerakan janin dirasakan oleh ibunya pada kehamilan 18 minggu.

7. Keadaan ibu baik dan janin baik D S   : ibu pergerakan janin sejak bulan Juni 2010 sampai sekarang dan janin bergerak kuat diperut sebelah kanan. D O :      -   Keadaan umum baik, kesadarn komposmentis -

tanda-tanda vital TD : 130/90 mmHg N : 72 x/menit

-

P

: 24 x/menit

S

: 36 C 

DJJ terdengar jelas, kuat, dan teratur pada kuadran kiri perut ibu dengan frekuensi 138 x/menit.

Analisa dan interpretasi data -

Tanda-tanda vital dalam batas normal menandakan ibu dalam keadaan baik

-

Pada pemeriksaan Leopold teraba gerakan janin dan pada auskultasi DJJ terdengar 138 x/menit, hal ini menandakan janin dalam keadaan baik

8. Inpartu kala I fase aktif  D S  : ibu mengatakan sakit perut tembus ke belakang disertai pelepasan lendir dan darah D O :   -      Vulva dan vagina tidak ada kelainan -

Portio lunak dan tipis

-

Dilatasi serviks 8 cm

-

Ketuban utuh (+)

-

Presentasi kepala ubun-ubun kecil depan

-

Hodge II

-

Tidak ada penumbungan

-

Kesan panggul normal

-

Pelepasan lendir dan darah

Analisa dan interpretasi data -

Tanda-tanda inpartu adalah sakit perut tembus ke belakang disertai pelepasan lendir dan darah. Penurunan kadar hormon estrogen merangsang oxytosin keluar sehingga mengakibatkan kontraksi uterus yang menimbulkan rasa sakit perut tembusd ke belakang.

Pelepasan lendir dan darah berasal dari lendir kanalis servikalis karena serviks mulai membuka dan mendatar, darah berasal dari pembuluh kapiler yang pecah disekitar kanalis servikalis karena pergeseran sewaktu serviks membuka dan terbuka. (Synopsis Obstertri, hal 94) -

Pembukaan serviks diregang oleh sisi uterus sehingga menyebabkan dilatasi serviks. (Obstetri Fisiologis hal 225)

Masalah aktual : kecemasan dan nyeri akibat His 1. Kecemasan DS :  

-      ibu mengatakan cemas dengan persalinan sekarang

D O :   -      ekspresi wajah tampak cemas Analisa dan interpretasi data Slllllllllllllllllllllllllmkjdvjefvbjfbvifjnbkfnkijkmumjyujkukmjmjkjmjmkj,drtghrth.///kjhbg?????/bvkejgvnkern vfjbgobnjvkjvknvkfkbmnvjjebobbjkfddssaqwsedxczekujfjtgh vyuytv 45yu5nv5 v545kjtjkjgmjgnn vj ih 2. Nyeri kibat His DS :  

-    Ibu mengatakan sakit perut tembus ke belakang

D O :   -    Ibu meringis saat His Analisa dan interpretasi data -

Nyeri akibat His disebabkan oleh reflex yang mengeluarkan oksitosin. Oksitosin membuat uterus berkontraksi, di samping membuat otot polos di sekitar alveolae ammae berkontraksi. Perasaan nyeri saat his mungkin disebabkan oleh iskemiadalam korpus uteri tempat terdapat banyak serabut saraf, kemudian perasaan nyeri tersebut diteruskan melalui saraf sensorik di pleksus hipogastrikus ke system saraf pusat.  (Ilmu Kebidanan, hal 177)

-

Pace maker pada uterus berfungsi untuk memenuhi kontraksi dan mengontrol frekuensinya sehingga kontraksi sifatnya berkala (obstetri Fisiologis hal 225-226)

LANGKAH III : IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH POTENSIAL Tidak ada data yang menunjang untuk terjadinya masalah potensial

LANGKAH IV : TINDAKAN SEGERA/KOLABORASI Tidak ada data yang mendukung perlunya tindakan segera atau kolaborasi.

LANGKAH V : RENCANA TINDAKAN Diagnosa

: GI PI A0, masa gestasi 38-40 minggu, situs memanjang, intra uterin, tunggal, hidup, keadaan janin dan ibu baik, inpartu kala I fase aktif.

Masalah aktual  : kecemasan Tujuan  

Kriteria  

:    -        Kala   I berlangsung normal -

Kondisi ibu dan janin baik

-

Kecemasan dapat teratasi

-

Ibu dapat beradaptasi dengan nyeri akibat kontraksi uterus

:    -           Fase aktif tidak lebih dari 8 jam -

Kontraksi uterus 5 x dalam 10 menit dengan durasi lebih dari 40 detik

-

TTV dalam batas normal TD : sistolik 90-140 mmHg, diastole 60-90 mmHg Atau kenaikan systole tidak > 15 mmHg Kenaikan diastole tidak > 10 mmHg N : 60-80 x/menit P : 18-24 x/menit S : 36,5 C  37,2 C 

-

-

-



DJJ 120  160 x/menit, terdengar jelas dan teratur Ibu dapat beradaptasi dengan nyeri dan dapat menerima Kelurga mendampingi ibu selama proses persalinan dan selalu member dukungan

Intervensi tanggal 10 Oktober 2010 jam 06.30 Wita 1. Sampaikan hasil pemeriksaan/ pantauan kala I pada ibu dan keluarga Rasional : Dengan mengetahui hasil pemeriksaan akan memberikan ketenangan dan rasa nyaman pada ibu dan keluarga. Secara fisiologis ibu yang akan bersalin ingin mengetahui keadannya sehingga dapat beradaptasi secra psikologis yang dapat mengurangi rasa cemas baik ibu maupun keluarga. 2. Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Rasional: dengan jalan-jalan dapat membantu penurunan daripada bagi an terendah janin 3. Anjurkan pada ibu jika baring dalam posisi miring kiri atau kanan. Rasional : dapat meningkatkan oksigenasi janin karena tidur miring dapat mencegah penekanan vena cava superior oleh uterus yang membesar sehingga suplai darah ibu ke jantung janin lancar.

4. Observasi TTV tiap 4 jam Rasional : untuk memantau keadaan umum ibu 5. Anjurkan pada ibu tekhnik relaksasi kepada ibu pada saat ada kontraksi dengan cara menarik nafas panjang melalui hidung dan me nghembuskan melalui mulut. Rasional : Dengan menarik nafas panjang lewat hidung dan mengeluarkan perlahan-lahan melaui mulut pada saat his dapat meningkatkan sirkulasi oksigen dalam jaringan sehingga tidak terjadi hipoksia yang menyebabkan nyeri. 6. Periksa HIS dan DJJ tiap 30 menit Rasional : kontraksi uterus merupakan tanda inpartu dan kemajuan persalinan sedangkan DJJ untuk memantau keadaan janin 7. Anjurkan keluarga untuk member intake dan minum pada saat his berkurang Rasional: intake yang kuat dapat menambah metabolisme tubuh sehingga kebutuhan energy bisa terpenuhi, kontraksi uterus lebih efektif dan mencegah kelelahan serta dehidrasi saat berlangsungnya persalinan. 8. Beri dukungan emosional kepada ibu Rasinal : dengan member dukungan emosional akan membuat ibu merasa diperhatikan sehingga mengurangi ketegangan dan rasa cemas yang akan memudahkan dalam proses persalinan. 9. Pantau kemajuan persalinan dengan partograf  Rasional: dengan partograf tergambar kondisi ibu, keadaan janin dan kemajuan persalinan sehingga dengan menggunakan partograf akan membantu dalam pengambilan keputusan klinik bila terjadi kesenjangan serta memudahkan dalam menentukan asuhan selanjutnya. 10. Lakukan dokumentasi pada status klien Rasional: dokumentasi merupakan alat pencatatan dan pelaporan yang sah sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

LANGKAH IV : IMPLEMENTASI Diagnosa : GI PI A0, masa gestasi 38-40 minggu, situs memanjang, intra uterin, tunggal, hidup,  keadaan janin dan ibu baik, inpartu kala I fase aktif. Masalah aktual : kecemasan  dan nyeri akibat his Implementasi tanggal 10 Oktober 2010 jam 06.45 Wi ta 1. Menyampaikan hasil pemeriksaan/ pantauan kala I pada ibu dan keluarga

Hasil : ibu mengerti 2. Menganjurkan ibu untuk jalan-jalan Hasil : ibu sudah melakukannya 3. Menganjurkan ibu jika baring dalam posisi miring kiri atau kanan Hasil : ibu sudah melakukannya 4. Mengobservasi tanda-tanda vital Hasil:  TD

: 130/90 mmHg

N

: 72 x/menit

P

: 24 x/menit

S

: 36 C 

5. Menganjurkan pada ibu tekhnik relaksasi pernapasan dengan menarik nafas panjang melalui hidung jika ada his dan hembusan melalui mulut. Hasil: ibu sudah melakukannya 6. Memanatau HIS dan DJJ tiap 30 menit Hasil : Jam 07.30 Wita His 3 x dalam 10 menit dengan durasi 40  45 detik, DJJ 138 x/menit Jam 08.00 Wita His 3 x dalam 10 menit dengan durasi 40 - 45 detik, DJJ 140 x/menit Jam 08.30 Wita His 3 x dalam 10 menit dengan durasi 45 - 50 detik, DJJ 140 x/menit Jam 09.00 Wita His 3 x dalam 10 menit dengan durasi 45 - 50 detik, DJJ 140 x/menit Jam 09.30 Wita His 3 x dalam 10 menit dengan durasi 50 - 60 detik, DJJ 140 x/menit 7. Menganjurkan keluarga untuk member intake dan minum pada saat his berkurang Hasil: sudah dilakukan 8. Memberi dukungan emosional kepada ibu Hasil : sudah dilakukan 9. Memantau kemajuan persalinan dengan m enggunakan partograf  Hasil : sudah dilakukan 10. Melakukan pendokumentasian pada status klien Hasil : sudah dilakukan

LANGKAH VII : EVALUASI Diagnosa : GI PI A0, masa gestasi 38-40 minggu, situs memanjang, intra uterin, tunggal, hidup,  keadaan janin dan ibu baik, inpartu kala I fase aktif.

Masalah aktual : Kecemasan dan nyri akibat His Tanggal 10 Oktober 2010 jam 09.30 Wita 1. Ibu mengatakan sakit semakin bertambah 2. Kala I berlangsung normal ditandai dengan fase laten dan fase aktif tidak memanjang 3. Ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran 4. Ibu merasa adanya tekanan anus dan rasa ingin buang air besar 5. His 5 x dalam 10 menit dengan durasi 45-55 detik 6. DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kanan bawah dengan frekuensi 138 x/menit 7. Vulva dan anus membuka 8. Perineum menonjol 9. VT tanggal 10 Oktober 2010 jam 09.30 Wita -

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Keadaan vulva dan vagina tidak ada kelainan Portio melesap Dilatasi serviks 10 cm Ketuban (-) jernih Presentase kepala ubun-ubun kecil depan Hodge III-IV Tidak ada penumbungan Moulage tidak ada Kesan panggul normal Pelepasan lendir dan darah

KALA II LANGKAH I : IDENTIFIKASI DATA DASAR 1. Keadaan umum ibu baik 2. Kesadaran komposmentis 3. Tanda-tanda vital TD

: 130/90 mmHg

N

: 72 x/menit

P

: 24 x/menit

S

: 36 C 

4. Tanda gejala kala II:

-

-

-

-

-

Ibu mengatakan sakit semakin kuat Ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran Ibu merasa adanya tekanan anus dan rasa ingin buang air besar Perineum menonjol Vulva dan anus terbuka

5. DJJ terdengar jelas, kuat, dan teratur pada kuadran kanan bawah dengan frekuensi 138 x/menit 6. HIS 5 kali dalam 10 menit dengan durasi 45-55 detik 7. Pemeriksaan dalam vagina tanggal 10 Oktober 2010 jam 09.30 Wita -

-

-

-

-

-

-

-

-

Keadaan vulva dan vagina tidak ada kelainan Portio sudah melesap Dilatasi serviks 10 cm Ketuban (-) jernih Persentase kepala ubun-ubun kecil depan Hodge III  IV Tidak ada penumbungan Moulage tidak ada Pelepasan lendir dan darah

LANGKAH II : MENETAPKAN DIAGNOSA/ MASALAH AKTUAL Diagnose aktual : perlangsungan kala II DS :  

-      Ibu mengatkan sakit semakin kuat -

-

Ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran Ibu merasa adanya tekanan anus dan rasa ingin buang air besar

DO: 1. DJJ terdengar jelas, kuat, dan teratur pada kuadran kanan bawah dengan frekuensi 138 x/menit 2. HIS 5 kali dalam 10 menit dengan durasi 45-55 detik 3. Pemeriksaan dalam vagina tanggal 10 Oktober 2010 jam 09.30 Wita -

-

-

-

-

Keadaan vulva dan vagina tidak ada kelainan Portio sudah melesap Dilatasi serviks 10 cm Ketuban (-) jernih Persentase kepala ubun-ubun kecil depan

Hodge III  IV

-

Tidak ada penumbungan

-

Moulage tidak ada

-

Pelepasan lendir dan darah

-

Analisa dan intepretasi data -

Pada waktu bagian terendah janin sampai di dasar panggul timbul suatu reflex yang mengakibatkan tertutupnya glottis, otot-otot diafragma tetekan ke bawah timbullah tenaga untuk meneran

-

Dengan adanya His yang adekuat mengakibatkan Segmen Atas Rahim berkontraksi mendorong janin turun ke Segmen Bawah Rahim, Segmen Bawah rahim  tertarik ke atas terjadi dilatasi dan relaksasi sehingga membentuk suatu saluran jalan lahir. (Obstetri Fisiologi, Padjajaran Bandung)

LANGKAH III : IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH POTENSIAL Antisipasi adanya rupture perineum D S  : ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran D O :   -      Pembukaan lengkap Penurunan kepala 3/5

-

Perineum menonjol

-

Analisa dan intepretasi data Rupture perineum terjadi karena adanya tekanan kepala pada jalan lahir sehingga terjadi peregangan otot yang menyebabkan robekan pada perineum.

LANGKAH IV : TINDAKAN SEGERA/ KOLABORASI Tidak ada data yang menunjang untuk terjadinya masalah potensial

LANGKAH V : RENCANA TINDAKAN Diagnosa aktual : Perlangsungan Kala II Masalah potensial : antisipasi terjadi rupture perineum Tujuan :    -      kala II berlansung normal -

Bayi lahir normal

Kriteria :   -   Kala II berlangsung tidak lebih dari 1 jam

-

-

-

Bayi lahir normal, segera menagis dan bernafas spontan Keadaan umum dan TTV ibu baik Jumlah darah tidak lebih dari 500 cc

Intervensi tanggal 10 Oktober 2010 jam 09.30 Wita 1. Siapkan alat partus untuk menolong persalinan Rasional : dengan menyiapkan alat partus dan menyusun secara ergonomis akan memudahkan dalam pertolongan persalinan 2. Siapkan diri penolong sebelum melakukan tindakan Rasional : dengan bersiap-siap akan terhindar dari infeksi silang 3. Pastikan pembukaan lengkap Rasional : dengan memastikan pembukaan lengkap maka penolong siap untuk menolong persalinan. 4. Siapkan ibu dan keluarga Rasional : dapat membantu dalam proses persalinan 5. Lakukan pimpinan meneran saai ibu me mpunyai dorongan yang kuat untuk meneran Rasional : memperlancar berlangsungnya proses persalinan 6. Pimpin persalinan, sokong perineum yang baik dan tahan puncak kepala Rasional : dengan menyokong perineum yang baik akan mengurangi trauma dan mencegah rupture perineum 7. Bersihkan hidung, mulut, muka bayi dengan kasa steril Rasional : membersihkan jalan nafas dari lendir dan air ketuban 8. Periksa adanya lilitan tali pusat Rasional : lilitan tali pusat bayi akan mengakibatkan asfiksia dan kem atian janin. 9. Tunggu kepala melakukan putaran paksi luar Rasional : menghilangkan torsi pada leher yang terjadi akibat putaran paksi dalam 10. Lahirkan bahu depan dan belakang Rasional : membantu pengeluaran bahu bayi agar tidak terjadi robekan perineum 11. Lahirkan badan bayi dengan sanggah susur Rasional : dengan sanggah akan membantu pengeluaran bayi seluruhnya   dan mencegah bayi agar tidak jatuh 12. Lahirkan badan bayi dengan telusuri pungung, bokong, dan tungkai Rasional : membantu pengeluaran bayi seluruhnya dan mencegah bayi agar tidak jatuh

13. Nilai bayi dan letakkan bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuhnya Rasional : dengan meletakkan bayi di atas perut ibu akan memberi rangsangan pada bayi yang akan mencegah hipotermi pada bayi 14. Keringkan dan bungkus bayi Rasional : mencegah agar bayi tidak hipotermi 15. Jepit tali pusat Rasional : untuk menentukan batas tali pusat yang akan dipotong 16. Potong tali pusat Rasional : dengan memotong tali pusat akan memutuskan hubungan ibu dengan bayi dan membantu proses pernafasan dan sirkulasi 17. Ganti pembungkus bayi dengan kain yang kering dan bersih Rasional: untuk mencegah terjadinya hipotermi akibat kehilangan panas dengan konduksi 18. Berikan bayi kepada ibunyauntuk disusui Rasional : hisapan bayi yang akan merangsang hipofise posterior mengeluarkan hormone oxytosin yang akan membantu kontraksi uterus dan dapat menjalin hubungan kasih sayang dengan ibunya.

LANGKAH VI : IMPLEMENTASI Diagnose aktual : Perlangsungan Kala II Implementasi tanggal 10 Oktober 2010 jam 09.30 Wi ta 1. Menyiapkan alat partus untuk menolong persalinan Hasil : Alat partus sudah siap dan tersusun secara ergonomis. 2. Menyiapkan diri penolong sebelum melakukan tindakan Hasil : Penolong sudah memakai pakaian pelindung, cuci tangan, dan memakai handscoon. 3. Memastikan pembukaan lengkap Hasil : Pembukaan sudah lengkap 4. Menyiapkan ibu dan keluarga Hasil : Ibu sudah diberitahu bahwa pembukaan sudah lengkap, janin baik, dan ibu diminta untuk meneran jika ada His, dan keluarga sudah diminya bantuannya untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran. 5. Melakukan pimpinan meneran saai ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran Hasil : Ibu sudah dipimpin untuk meneran dengan efektif 

6. Memimpin persalinan, menyokong perineum yang baik dan tahan puncak kepala agar tidak terjadi defleksi yang terlalu cepat. 7. Membersihkan hidung, mulut, muka bayi dengan kasa steril 8. Periksa adanya lilitan tali pusat Hasil : Tidak ada lilitan 9. Menunggu kepala melakukan putaran paksi luar 10. Melahirkan bahu depan dan belakang. Setelah bayi menghadap ke salah satu paha ibu, tempatkan kedua tangan pada sisi kepala (biparetal) kemudian tarik secara hati-hati kea rah bawah untuk melahitkan bahu secara anterior dan menarik ke atas untuk melahirkan bahu posterior. 11. Melahirkan badan bayi dengan sanggah susur. Setelah bayi lahir, tangan kanan menyanggah kepala, leher, dan keempat jari pada bahu dan dada/ punggung bayi sementara tangan kiri memegang tangan dan bahu bayi. 12. Meahirkan badan bayi dengan meelusuri pungung, bokong, dan tungkai. Setelah badan lahir tangan kiri menyusuri punggung kea rah bokong sampai tungkai bawah dengan menyelipkan jari telunjuk diantara kedua tungkai bayi. 13. Menilai bayi dan meletakkan bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuhnya. Hasil : A/ S : 7/10 dan meletakkan bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuhnya. 14. Mengeringkan dan membungkus bayi 15. Menjepit tali pusat kira-kira 3-5 cm dari umbilicus 16. Memotong tali pusat dengan memegang tali pusat diantara kedua klem dan dengan menggunakan tangan kiri untuk melindungi bayi kemudian memotong diantara krdua klem. 17. Mengganti pembungkus bayi dengan kain yang kering dan bersih 18. Memberikan bayi kepada ibunya untuk disusui.

LANGKAH VII : EVALUASI Diagnosa aktual : Perlangsungan kala II Tanggal 21 Februari 2010 jam 09.45 Wita 1. Kala II berlangsung ±45 menit dengan tidak ada penyulit 2. Bayi lahir spontan tanggal 21 Februari 2010 jam 09.45 Wita dengan jenis kelamin laki-laki, Berat badan lahir 3000 gram, panjang lahir 45 cm, A/ S : 7/10. 3. Kontraksi uterus teraba bundar dan keras

4. TFU setinggi pusat 5. Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah 6. Ibu merasa senang dengan kelahiran bayinya 7. Perdarahan ±100 cc 8. Placenta belum terlepas

KALA III LANGKAH I : IDENTIFIKASI DATA DASAR Data Subyektif (DS) 1. Nyeri perut bagian bawah masih terasa 2. Ibu merasa senang dengan kelahiran bayinya 3. Bayi lahir spontan tanggal 21 Februari 2010 jam 09.45 Wita dengan jenis kelamin laki-laki, Berat badan lahir 3000 gram, panjang lahir 45 cm, A/ S : 7/10. 4. TFU setinggi pusat dan janin tunggal 5. Kontraksi uterus baik, terasa bundar dan keras 6. Tampak semburan darah dari jalan lahir 7. Tali pusat bertambah panjang 8. Perdarahan 100 cc 9. Kala II berlangsung ± 45 menit

LANGKAH II : IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH AKTUAL

View more...

Comments

Copyright © 2017 ZILADOC Inc.