2 Genesa Batubara.pdf

November 29, 2017 | Author: Anonymous | Category: Documents
Share Embed


Short Description

Proses pembentukan batubara (coalification) yg dibantu oleh faktor fisika. subbitumine. bitumine dan antrasit. Reaksi Pe...

Description

3/7/2017

GEOLOGI BATUBARA 2 GENESA BATUBARA

MULA JADI PEMBENTUKAN BATUBARA (GENESA BATUBARA)

1

3/7/2017

Cara Terbentuknya Batubara Batub Batubar araa terb terben entu tukk deng dengan an ca cara ra yang yang sang sangat at komp komple leks ks dan dan memer memerlu luka kan n wakt waktu u yang yang sang sangat at lama lama (pul (puluh uhan an samp sampaai ratu ratusa san n juta juta tahu tahun) n) di bawah bawah pengaru pengaruh h fisika fisika,, kimia kimia ataupun ataupun keadaa keadaan n geologi.   Untuk memahami bagaimana batubara terbentuk dari dari tumbuh tumbuh-tu -tumbu mbuhan han perlu perlu diketa diketahui hui diman dimanaa batu batuba barra ter terben bentuk tuk dan dan fakt faktor or-f -faaktor ktor yang ang mempengaruhinya, serta bentuk lapisan batubara. 

CONTOH KEADAAN HUTAN RAWA DI IKLIM TROPIS, LOKASI KALIMANTAN TIMUR

2

3/7/2017

3

3/7/2017

4

3/7/2017

5

3/7/2017

6

3/7/2017

Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:   Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batu bara dari periode ini.    Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batu bara dari periode ini.    Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di   Eropa dan   Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.    Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.    Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga secara umum, kurang dapat terawetkan. 

7

3/7/2017

Ada 2 teori yang menerangkan terjadinya batubara yaitu : 1.   Teori In In--situ (Batubara Autochtonous Autochtonous)) 2.   Teori Drift (Batubara Allochtonous Allochtonous))

15

Tempat terbentuknya batubara (Teori Insitu)  Teori insitu; teori ini mengatakan bahwa bahan-bahan batubara terbentuknya ditempat dimana tumbuhtumbuhan asal itu berada. Dengan demikian maka setelah tumbuhan tersebut mati, belum mengalami proses transportasi segera tertutup oleh lapisan sedimen dan mengalami proses COALIFICATION. batubara yang terbentuk dengan cara ini  Jenis mempunyai penyebaran luas dan merata, kualitasnya lebih baik karena kadar abunya relatif kecil. Batubara Autochtonous” Autochtonous”  Batubara ini sering disebut “Batubara 

8

3/7/2017

Tempat terbentuknya batubara (Teori Drift)  Teori ini menyebutkan bahwa bahan-bahan pembentuk lapisan batubara terjadinya ditempat yang berbeda dengan tempat tumbuhan semula hidup dan berkembang.   Tumbuhan yang telah mati diangkut oleh media air dan berakumulasi di suatu tempat, tertutup oleh batuan sedimen dan mengalami proses COALIFICATION.  Jenis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran tidak luas, tetapi dijumpai di beberapa tempat, kualitas kurang baik karena banyak mengandung material pengotor yang terangkut bersama selama proses pengangkutan dari tempat asal tanaman ke tempat sedimentasi. Batubara Allochtonous Allochtonous” ”   Batubara ini disebut “Batubara 

TEORI IN-SITU

9

3/7/2017

Tumbuhan mengalami pembusukan secara sempurna dan tidak  meninggalkan bekas meninggalkan bekas

19

HUTAN BASAH

20

10

3/7/2017

HUTAN BASAH

21

HUTAN BASAH

22

11

3/7/2017

TEORI DRIFT

TEORY DRIFT HUTAN KERING HUTAN BASAH

DANAU PURBA

24

12

3/7/2017

PEMBENTUKAN FOSSIL

Decaying Vegetation PEAT Seat Earth Sandstone Shale Consolidate peat Seat Earth Sandstone Shale Lignite Seat Earth Sandstone Shale 25 Coal Seam

Lignite Sub bituminous Bituminous 26

 Anthracite

13

3/7/2017

Apabila Suatu tumbuhan atau pohon mati dan roboh ke atas tanah, maka pohon tersebut akan mengalami pembusukan dan penguraian baik  secara biokimia yang melibatkan bakteri maupun secara kimia dan fisika. Bagian organik pohon tersebut akan terurai menjadi CO2,   HK, dan H2O, sedangkan bagian atau unsur anorganiknya akan kembali ke tanah dan bercampur dengan mineral tanah .

Apabila suatu pohon yang mati kemudian jatuh kedalam air atau rawa yang cukup dalam, maka pohon tersebut akan mengalami pembusukan baik secara biokimia maupun secara kimia dan Fisika. Pada kedalaman tertentu bakteri yang menguraikan sisa pohon tersebut tidak dapat bekerja lagi, sehingga perubahan yang terjadi selanjutnya hanya perubahan fisik dan kimia. Dalam hal ini pohon tersebut tidak mengalami pembusukan secara sempurna, dan lama kelamaan, sisa tumbuhan tersebut akan berubah menjadi suatu sediment organik yang kemudian disebut “ BATUBARA “ 28

14

3/7/2017

•  Batubara Batubara yang terbentuk sesuai dengan dengan teori teori in in--situ

biasanya terjadi di hutan basah dan berawa berawa,, sehingga pohon--pohon di hutan tersebut pada saat mati dan pohon roboh,, langsung tenggelam ke dalam rawa tersebut, roboh tersebut, dan sisa tumbuhan tersebut tidak mengalami pembusukan secara sempurna sempurna,, dan akhirnya menjadi fossil tumbuhan yang membentuk sediment organik organik..

29

Batubara yang terbentuk sesuai dengan dengan teori teori Drift Drift,, •  Batubara bisa berasal dari hutan basah atau kering kering.. Tumbuhan atau pohon yang sudah mati dan roboh keatas tanah kemudian terbawa oleh banjir  banjir atau aliran sungai sehingga sisa sisa--sisa tumbuhan tersebut akhirnya mengendap di delta delta--delta sungai purba atau terkumpul dan tersedimentasi didasar  didasar danau purba.. purba

30

15

3/7/2017

Tahap Pembentukkan Batubara Pada dasarnya proses pembentukan batubara dapat dibagi menjadi dua tahap (Diessel, 1986), yaitu : 1. Tahap Biokimia (Biochemical Stage) Merupakan tahap pertama dalam proses pembentukan batubara. Pada tahap ini terjadi proses pembusukan sisa-sisa material tumbuhan dan penggambutan (peatification), yang disebabkan oleh bakteri ataupun organisme tingkat rendah lainnya. Oleh karena proses tersebut maka terjadi pelepasan kandungan hidrokarbon, zat terbang dan oksigen disertai penyusunan kembali molekulmolekul bahan tersisa, dan sebagai akibatnya terjadi penambahan kandungan karbon pada maseral batubara . 2. Tahap Fisika-Kimia (Physico-Chemical Stage) Setelah tahap biokimia, kemudian dilanjutkan dengan tahap fisika-kimia. Pada tahap ini terjadi proses pembatubaraan  (Coalification)  yang mana gambut yang sudah terbentuk berubah menjadi berbagai macam peringkat batubara oleh akibat pengaruh temperatur, tekanan dan waktu geologi. Peningkatan peringkat batubara pada proses ini ditandai dengan bertambah gelapnya warna, kekerasan dan perubahan pada bidang belah batubara, seturut peningkatan temperatur, tekanan dan lama waktu geologi.

Pembentukan Batubara Batubara ((Coalification) Coalification )  –  Peatification Peatification ((Pembentukan

Peat)

Biokimia

Perubahan Biokimia atau Diagenetik. Oleh bakteri aerob dan anaerob  –  Transisi Transisi Peat -

Lignite

Perubahan diagenetik dan metamorfosis Disebabkan oleh perubahan fisik dan kimia karena pengaruh panas dan tekanan terhadap endapan tersebut.

FisikaKimia

 –  Transisi Transisi Lignite - Sub Sub--bituminous

Pengurangan porositas dan kadar air akibat tekanan overburden.  –   Transisi Sub Sub--bituminous

- Bituminous

Penurunan Oksigen dan moisture, dan naiknya nilai kalori yang cukup signifikan.  –  Transisi Transisi Bituminous

– Anthrasit Anthrasit

Penurunan drastis hydrogen dan rasio H/C diikuti dengan pelepasan gas methan. Peningkatan gugus hidrokarbon aromatik. 32

16

3/7/2017

Reaksi Pembentukan Batubara Batubara terbentuk dari sisa tumbuhan mati dengan komposisi utama dari celullosa.  Proses pembentukan batubara (coalification) yg dibantu oleh faktor fisika, kimia alam akan mengubah celullosa menjadi lignit, subbitumine, bitumine dan antrasit. 

Reaksi Pembentukan Batubara 5(C6H10O5) ------ C20H22O4 + 3CH4 + 8H2O + 6CO2 + CO Celulosa lignit gas metan 6(C6H10O5) ------ C22H22O4 + 5CH4 + 10H2O + 8CO2 + CO Celulosa bitumine gas metan Ket.: Cellulosa merupakan zat organik pembentuk batubara Unsur C dlm lignit lebih sedikit dibanding bitumine Semakin banyak unsur C lignit semakin baik mutunya Unsur H dlm lignit lebih banyak dibandingkan pd bitumine Semakin banyak unsur H lignit semakin kurang baik mutunya Gas metan (CH4) dlm lignit lebih sedikit dibanding dlm bitumine Semakin banyak CH4 lignit semakin baik kualitasnya

17

3/7/2017

Penggambutan

Flores (2013)

Penggambutan

Gambut yang cukup tebal membentuk lapisan batubara yang jauh lebih tipis selama proses kompaksi.

18

3/7/2017

Coal Rank

37

GAMBUT (PEAT)

19

3/7/2017

LIGNIT

SUB-BITUMINOUS DAN ANTRASIT

20

3/7/2017

Thank You 

21

View more...

Comments

Copyright © 2017 ZILADOC Inc.